[Python] Mean Filtering

Oke pada artikel kali ini saya akan sedikit banyak membahas tentang mean filtering pada sebuah citra berwarna from scratch menggunakan Python dan OpenCV serta Numpy. Oke langsung saja seperti ini kurang lebih contoh kodingan yang saya buat. Kodingan ini so far jalan mulus dalam beberapa kasus, namun masih ada masalah. Coba temukan masalahnya 😀

__author__ = 'yuitaarumsari'
import cv2
import numpy as np

img = cv2.imread('kucing-Scotish.jpg')
gray = cv2.cvtColor(img, cv2.COLOR_BGR2GRAY)
cv2.imshow("output",gray)


height, width = gray.shape
print height, width

def replaceValue(a,b,mask_size):
    filtergray = 0.0;
    for i in range(mask_size+a)[a:]:
        for j in range(mask_size+b)[b:]:
            filtergray = filtergray + gray[i,j]
    filtergray_ = filtergray/(mask_size*mask_size)
    return filtergray_

def meanFiltering(mask_size):
    newImage = np.zeros((height-2, width-2), np.float32)
    for i in range(height-2):
        for j in range(width-2):
            newValue = replaceValue(i,j,mask_size)
            # print newValue
            newImage[i,j] = newValue
    img = np.array(newImage, dtype=np.uint8)
    print newImage
    return img

if __name__ == '__main__':
    # replaceValue(0,0,5) #this line just for testing replaceValue method
    filterImage = meanFiltering(3)
    cv2.imshow("Mean Filtering", filterImage)
    cv2.waitKey(0)
    cv2.destroyAllWindows()

Keluaran dari hasil eksekusi kode di atas seperti di bawah ini:

Kucing lucu (Sumber: Google)

Oke selamat mencoba ya, terutama untuk mahasiswi saya, Indri! Semoga bermanfaat! 🙂

@Malang. Gedung H1.5

Tetap Semangat di Bulan April

Sampai juga pada bulan April, judul yang memang random  banget, artikel sebelumnya Semangat Maret, sekarang topiknya masih seputar semangat. 😀 Iya Maret yang hectic telah berlalu, namun ternyata bulan April lebih hectic  lagi. 😀 Alhamdulillah. Kalau bulan kemarin, selain aktivitas wajib belajar-mengajar,  sepaket review paper, ngoding, membuat jurnal internasional, dan menulis buku (50%) telah tercapai. At least mereka sudah disubmit, urusan reject atau accept belakangan 😀 Oh ya bulan kemarin juga pertama kalinya pengalaman dalam mengisi borang akreditasi. Ternyata uwakeh ya… 😀 Dulu, dulu nih ya, ane pikir jadi dosen itu pekerjaan yang lumayan santai, selow seperti santai di pantai sambil menikmati kelapa muda. Eh, tapi kok nyatanya enggak ya? 😀 Bersyukur lagi saja lah, alhamdulillah menikmatinya nih, terutama kalau aktivitasnya berkaitan dengan penelitian.

Yep, bulan ini, setelah submit jurnal internasional, masih ada tanggungan jurnal dan paper conference lagi. Ada yang terkadang bertanya. Bosen gak?Entahlah, kalau ngomongin penelitian ini rasanya seperti ngomongin kamu! #eh. 😀 Asyik saja pokoknya menurut saya. Plus amanah untuk menjadi juri dalam karya tulis mahasiswa tingkat nasional dengan 150 paper yang harus saya review in a row. Jumlah 150 teh banyak pisan, semoga pengalaman menjadi reviewer jurnal TEKNLOGI, REGISTER, KINETIK bisa mengupgrade kemampuan saya secara tidak langsung untuk mengakselerasi dalam proses penilaian, karena berbatas dengan waktu. Aamiin yes..

Bulan ini juga alhamdulillah dapat amanah membimbing 22 mahasiswa yang skripsi pada semester ini, in which terkadang makan waktu juga kalau membimbing :D. So far diskusi dengan mereka asyik-asyik saja, saya juga bisa belajar sesuatu yang baru terkadang dari mereka, baik dari algoritme maupun ide-ide ecemerlang yang dapat menghasilkan satu, dua atau belasan judul skripsi baru :D. Dari sini mencoba untuk membuat satu goal apakah pembelajaran yang sukses itu tidak hanya satu arah?. Oke, coba kita uji hipotesis. Kira-kira tolak H0 apa terima H0 dengan z test hayo? 😀 Pikir sendiri ya hihihi 😀

Sudah ya begitu saja, kapan-kapan dilanjut lagi… 😀 Ada apa bulan berikutnya??? 😀

@Malang subuh dingin

Semangat Maret!

Bingung mau kasih judul apa, karena tak ada kata lain untuk tetap semangat dalam menjalani segala rutinitas yang ada sampai saat ini. 🙂 Yep, Maret kali ini aktivitas dan rutinitas kampus masih mendominasi. Kalau melingkari kalender, sepertinya jadwal weekend saya sudah penuh sampai akhir bulan dan deadline bertubrukan di antara minggu pertama sampai terakhir. Mulai dari target penelitian, mengajar mata kuliah yang dimana saya belum ada pengalaman disana, belajar menjadi pembimbing, panitia akreditasi, pelatihan, menulis, dsb. Namun disamping aktivitas kampus yang berupa akademik yang padat ada satu waktu yang berharga yang susah saya lewatkan setiap 2 minggu sekali, yaitu kajian muslimah yang diadakan di FILKOM UB. Bukan untuk pamer, namun kalau boleh saya berbagi, menurut pengalaman pribadi saya memang aktivitas dan kesibukan kita itu terkadang melalaikan dan tak jarang membuat kita lupa hakikatnya kita hidup di dunia. Semoga lebih baik 🙂 Banyak sekali yang saya dapatkan meski dalam 1 jam kajian, mulai dari tafsir dan pandangan-pandangan yang  saya belum pernah tahu sebelumnya. Alhamdulillah, karena rejeki mendapatkan ilmu seperti ini menjadi bekal dalam menuntun hidup ini. Well, so far memang dunia akhirat harus balance. Semoga kita termasuk ke dalam orang-orang yang tidak merugi ataupun sia-sia. Aamiin.

Sekilas memang sibuk (atau sok sibuk?) 😀 Kalau ada yang bertanya, apa tidak capek? pasti yang bertanya pun sudah tau jawabannya hehe. InsyaAllah saya menikmatinya, ini memang bagian dari cita-cita saya, berkecimpung di dunia akademik. Dimana kadang harus berkorban Sabtu-Minggu (kadang lho ya, gak selalu!) atau membawa koreksian pulang ke rumah selepas jam kantor, memang melelahkan, dan tak jarang sedikit mengeluh, cuma kok nagih ya? Saya asumsikan berarti saya menikmatinya. 😀 Seringnya saya mencoba sebisa mungkin weekend untuk off dari urusan kantor, keluhan mahasiswa atau apapun hanya saya layani biasanya sebatas jam kerja, Senin-Jum’at, jam 8-16. Jadi biarkan 5 hari itu optimal, kita juga masih butuh menyayangi tubuh kita juga kan? 😀

Rasanya 24 jam itu tidak cukup per hari itu memang betul! Tapi ya, saya pernah tuh waktu itu pengen mengoptimalkan produktivitas saya sehari-hari, ingin melihat 24 jam itu lebih banyak saya habiskan untuk apa. Saya memakai pomodoro timer, dan hasilnya mengejutkan! Kalau saya bisa optimal 2-4 jam saja itu sudah bisa ngoding atau membuat algoritma untuk memecahkan masalah, tapi masalahnya apa? distraksinya terlalu banyak. Ini yang membuat 24 jam kurang karena beberapa diantaranya digunakan untuk melakukan hal yang sia-sia. Duh suedih. Misalnya, nih, aktivitas sosial media terlalu banyak makan waktu sebenarnya, jadi kadang saya batasi cuma 10-15 menit untuk long break atau 5 menit untuk short break setiap 25 menit atau 30 menit sekali. Distraksi yang lain sebenarnya ya nguobrol ngalor ngidul, karena saya tipikal orang yang ngecipris juga 😀 Hal lain yang menyebabkan itu semua kadang bosan dan malas, #eh 😀

Kalau sudah sampai rumah biasanya saya tak pegang apapun urusan kantor, full  aktivitas rumahan. Setiap hari juga beres-beres rumah (nyapu-nyapu doang sih sama beresin kasur, setrika baju :D), masak tiap kali mau makan (nyiapin bekal makan siang tiap hari dan masak lagi untuk makan malam). Kalau weekend ya selalu nyuci, kadang ngepel rumah, beres2 detilnya rumah, dan biasanya pas weekend ini mencoba masak yang aneh2 atau tingkat kesulitannya lumayan, atau jalan-jalan, belanja keperluan seminggu, menyenangkan pokoknya. Saya tak kerja sendiri lho ya, ada suami yang luar biasa yang selalu menemani aktivitas saya. Alhamdulillah 😀

Ya, begitu deh kurang lebih aktivitas dan perjalanan Maret saya. Semoga target bulan Maret tercapai semua, ya berusaha yang terbaik saja. Oh iya, alhamdulillah kemarin dapa informasi kalau grup Riset Computer Vision juga lolos penelitian INSINAS 2017, wah bakal tambah super duper padat. 😀 MasyaAllah tapi ya, alhamdulillah tubuh ini buatan Allah, kalau buatan manusia sudah hancur berkeping-keping mungkin ya? 😀 (luebay pol :D) Semoga Allah selalu melimpahkan kesehatan buat kita semua agar bisa terus bermanfaat dan menebar kebaikan untuk sesama 🙂

Semangat!!!! 😉

@Kontrakan Malang bersama suami tercinta ❤

Perkedel Kentang Arumsha No MSG

Biasanya kentang saya goreng terlebih dahulu baru ditumbuk agar tidak hancur, namun kali ini mencoba dengan cara direbus agar mengurangi kadar kolesterol yang terkandung di dalam kentang.

Bahan-bahan

Langkah

  • Bersihakn kulit kentang, kemudian rebus sampai empuk, tusuk dengan garpu tanda si kentang sudah matang.
    Setelah empuk, keluarkan secepatnya dan segera kupas. Agar tidak panas bisa disiram air terlebih dahulu.
  • Setelah dikupas, tumbuk sampai halus dan masukkan ke dalam sebuah wadah.
  • Sekarang, haluskan bawang merah, bawang putih, garam dan merica. Setelah halus, masukkan ke dalam wadah yang berisi kentang yang dihaluskan.
  • Masukkan kuning telur dan daun irisan bawang serta daun seledri. Kemudian aduk rata.
  • Bentuk bulatan kecil-kecil, dan masukkan ke dalam kocokan putih telur. Kalau tanpa putih telor, kentang yang digorengakan mudah hancur berkeping-keping. Supaya tidak hancur balut dengan kocokan putih telur terlebih dahulu
  • Goreng dengan api yang sedang, jangan terlalu panas.
  • Selamat menikmati. tanpa MSG, lebih pulen dan sehat 🙂

Bakwan Jagung No MSG

Bahan-bahan yang diperlukan:

  • 3 batang jagung kemudian sisir atau kalau pakai jagung pritilan yang frozen juga bisa, sesuaikan saja porsinya
  • 8 siung bawang putih
  • 4 siung bawang merah
  • 1 sdm tepung maizena

    photo00

    Bakwan Jagung Arumsha. Avaliable at Cookpad https://cookpad.com/id/resep/1980506-bakwan-jagung-arumsha

  • 3 sdm tepung beras
  • 6 sdm tepung terigu
  • 1 butir telor
  • daun bawang pre dan seledri, diiris tipis
  • secukupnya garam dan merica
  • sesuai selera ketumbar secukupnya

Cara membuat:

  1. Haluskan bawang merah, bawang putih, ketumbar, garam dan merica. Letakkan di suatu wadah yang sama dengan printilan jagung.
  2. Aduk rata bumbu halus dengan jagung, kemudian masukkan telur dan aduk rata kembali.
  3. Masukkan tepung maizena, tepung beras dan tepung terigu, tambahkan sedikit air. Atur sehingga tidak terlalu encer
  4. Masukkan daun bawang pre dan seledri
  5. Goreng sampai berubah warna kecoklatan
  6. Selamat menikmati 🙂

Bola Tahu Sayur No MSG

Kadang tahu goreng biasa sudah bosen, maka sebagai variannya kali ini mencoba untuk membuat bola tahu sayur. Lauk ini sangat khas sekali dengan masakan ibu saya dulu 😀 Kini saya mencobanya, dan ternyata suami belum pernah sebelumnya mencoba lauk model ini. Jadi deh bikin ya.whatsapp-image-2017-02-06-at-1-04-28-pm

Bahan:

  • Jelas tahu lah ya, 😀 Saya beli Rp 2000,- dapat 4 kotak, ini sudah bisa jadi 24-25 bola tahu kecil. Banyak kan 😀
  • Daun seledri dan daun bawang (bawang pre)
  • 1 buah telur
  • 5 bawang merah
  • 7 bawang putih
  • Garam dan merica secukupnya

Cara Membuat:

  • Haluskan bumbu bawang merah, bawang putih, garam dan merica
  • Tumbuk tahu sampai halus.
  • Masukkan tumbukkan dalam sebuah wadah/mangkok, kemudian masukkan bumbu yang telah dihaluskan
  • Masukkan daun seledri+daun bawang
  • Masukkan telur. Aduk semua hingga tercampur jadi satu dan rata
  • Bentuk bulat-bulat dan kemudian goreng dalam minyak yang cukup banyak dan api sedang.
  • Setelah kecoklatan angkat, dan jangan sering dibolak balik biar tidak pecah.

Suami suka nih 😀 ❤

Semoga bermanfaat, selamat mencoba ❤ 😀