Yuita A. Sari

“If you want to be a writer, you must do two things : read a lot and write a lot. There's no way around these two things that I'm aware of, no shortcut.” ― Stephen King

Wanita suka Ngoding? Why Not?

6 Comments

Dari judulnya saja mungkin sebagian ada yang mengernyitkan dahi ya? Kalau sedang tidak mengernyitkan dahi mungkin ada yang sedang dipikirkan tentang judul itu.😀 [kok jadi bahas masalah judul lama-lama :D]. Mostly postingan ini untuk para kaum hawa yang mengaku dirinya nggak begitu suka nge-geek, namun pengen banget bisa ngoding. Nah kalu para pembaca ingin tau apa itu geek  bisa dicek disini.  Sebenarnya tidak ada kata atau istilah yang mengharuskan kita untuk berhenti dalam berusaha selama kita punya keinginan, termasuk keinginan untuk bisa ngoding . It doesn’t matter. 

IMG_20130420_101906

Bukan berarti apa yang saya posting disini, saya sudah termasuk yang “dewo ngoding”. That’s not the point.  Kalau diingat-ingat kembali sekilas info perjalanan saya terdahulu ketika memilih jurusan ilmu komputer saat penjaringan siswa berprestasi akademik ke kampus UB, saya pikir sebelumnya, apa yang akan dilakukan di jurusan ilmu komputer itu akan membuat kartun-kartun, atau lebih ke grafis yang isinya kita tinggal klak klik, drag and drop untuk membuat sebuah aplikasi siap jalan, tanpa harus ruwet dengan barisan kode-kode “aneh”. Masuk semester 3 saya hampir putus asa kuliah di ilmu komputer, karena merasa ini bukan dunia saya, saya gak kuat harus main logika-logika dalam komputer. Saya cinta matematika saat itu, tapi tidak untuk algoritma. Di tengah kegalauan  itu pada akhirnya otak berputar-putar, melawan arus perasaan yang saya rasakan. Berat, namun setelah ditimbang-timbang sudah takdir, mungkin memang rejeki saya, dan harus bertahan disini, mengingat hanya 18 orang dari sekian orang yang telah lolos dalam pagar Penjaringan Siswa Berprestasi (PSB) akademik di seluruh Indonesia di Ilkom UB, akhirnya yok opo carane biar tetap survive disini. Bismillah saya bertekad untuk belajar, walau susah sekali pada awalnya, godaan malas mencoba sangat besar sekali.

Pada tahun ke-4 saya masih belum bisa merasakan apa itu Object Oriented Programming (OOP), jangankan OOP mungkin saya memainkan array 2 dimensi, itu sudah puyeng bukan kepalang [mungkin agak hiperbol sedikit, ya?😀 tapi itulah faktanya]. Untuk belajar algoritma, harus metani satu-satu dan itu makan waktu yang tidak sebentar. Tanya teman kesana- kemari, tanya beberapa kakak tingkat, dan kadang membuat waktu saya habis hanya bertanya dan bertanya. Bahkan untuk searching  di mbah gugel pun kadang keyword yang  harus saya masukkan apa saya tidak tahu, I don’t know what I don’t know, kurang parah apa coba?😀. Semester 7 adalah awal dimana saya mulai merasakan efek samping dari jurus RTFM dan gugel. Saya terjun langsung saat itu dalam PKL, dan merasakan feel ngoding itu gimana dan seperti apa. Menginjak semester 8 mulai merasakan bahwa ngoding itu jauh lebih menyenangkan daripada membuat dokumentasi. Ngoding  itu lebih mudah daripada harus metani rumus. Passion tumbuh seketika. Saya punya beberapa tips, yang mungkin bisa dibagi sama temen-temen :

Tidak pernah ada kata terlambat untuk belajar, meskipun diri ini sudah semakin tua. Ibarat istilah Walaupun kamu esok hari tau mau kiamat, dan kamu bisa menanam pohon, maka tanamlah”. Umur boleh bertambah, tapi semangat belajar jangan sampai luntur. Belajar itu proses naik turung gunung lewati lembah, jalan terjal, dan kanan-kiri yang mungkin jurang. Kadang minder dengan temen-temen yang masih muda namun punya ability yang lebih luar biasa. Akuilah kelebihan mereka, dan bisa jadi cambuk buat kita untuk belajar lebih baik lagi. Mungkin kembali mengingat apa tujuan kita nanti bisa jadi motivasi kita.

Jangan pernah malu untuk berubah, walaupun perubahan itu tak menghasilkan suatu yang signifikan. Seperti halnya dalam menghadapi barisan merah saat compiler  berjalan. Tet..tot… salah.. “ah malas sekali ini mebenerin error”. Pernah suatu saat terjadi salah variabel, dan harus berhari-hari dalam membenarkan satu variabel itu. Ahh.. It’s so dumb. Awalnya berpikir demikian. Hargailah usaha diri sendiri, dan yakin bahwa tak ada masalah yang tak ada jalan keluarnya. Proses tiap orang berbeda. Kucinya adalah istiqomah dalam melakukan perubahan. Berhenti di tengah jalan, membuat semuanya terhenti saat itu. waktu begitu berharga untuk dibunang percuma. Biarkan otak tiap saat terus bekerja, paksa otak untuk selalu kerja keras [ sebagian ilmu ini saya dapatkan dari pengalaman pribadi dan juga mengikuti beberapa workshop]. Tapi yo ojo sampek sakit rek, jaga kesehatan. Keep balancing aja ^_^.

Sesuatu yang kita benci mungkin suatu saat bisa menjadi sesuatu yang kita cintai. Mungkin hal ini tak hanya masuk dalam dunia percintaan kali ya. Jadi sesuatu yang kita benci itu belum tentu buruk untuk kita. Kita hanya tidak mau direpotkan dengan hal itu saja [misalnya mengatasi error]. Anggap saja bersusah-susah  dahulu baru bersenang-senanng kemudian. Nampaknya peribahasa tersebut cukup menolong kita dalam memberi wancana bahwa tak ada kesuksesan tanpa kegagalan. Apapun inputnya, bagaimanapun otput nya prosesnya harus kita cintai. Mencintai dengan sepenuh hati apa yang kita kerjakan, sehingga kita tidak terlalu beban dalam mengerjakannya.

Sugesti yang baik. Sebenarnya masalah itu ada pada kita sendiri. Kita yang disibukkan dengan kegalauan kita dalam menghadapi rumus dan code-code yang bikin migran sesaat. Kita bisa mengurangi asumsi kita kalau kita tak sanggup mengerjakan, dengan menanamkan mindset bagaimana menyelesaikan masalah ini. Percayalah, dengan kita bisa menyelesaikan error itu rasanya membuat kita ketagihan untuk mencoba dan terus mencoba. Masih kagak percaya? Coba aja. Gak mau coba? Berarti emang males. Jangan high expectation kalau sudah malas😉

Mulailah, dan terus latihan, jangan ditunda. Punya keinginan baik, jangan ditunda, apalagi masih hanya masuk dalam angan-angan akan melakukan A, B, C, dan D, atau mungkin sampai Z. Hellooooww gals, be different. Banyak orang berangan ingin sukses, tapi mereka hanya berhenti dalam angan. Mulai saja, awali saja apa yang bisa dikerjakan, apapun itu. Dorong diri ini untuk terus mengerjakan sesuatu hal, jangan suka menundanya. Tunggu nanti== lupa. Kadang bingung juga ya dimulai darimana? mulailah dengan berhadapan pada kasus. Kalau mau expand, mungkin bisa cari task yang sekiranya berbatas deadline. Saya tau kaum hawa itu lebih detail dalam segala hal dibanding kaum adam, namun untuk urusan yang satu ini, kalau mau belajar, tak perlu yang detail terlebih dahulu,  bayangan detail itu sepertinya akan tampak menyeramkan dan menyusahkan diri ini untuk memulai, karena dibayang-bayangi banyak bayangan. Thinking simply and make your seat comfortable.

Begitulah friend kurang lebih cuap-cuap saya tentang perihal ngoding, semoga bisa bermanfaat buat yang membaca. Salam hari perempuan. Selamat hari Kartini. ^_^

PS : Teruntuk teman-temanku cewek yang bilang I’m special in a code. No, no, no, it’s not a big deal, don’t forget that we’re in a team, and don’t hesitate to move on together, we can complete each other for sure. Bring your spirit ON. Yes, we can! InsyaAllah 

6 thoughts on “Wanita suka Ngoding? Why Not?

  1. thanks kak motivasinya^^ saya mahasiswa semester pertama TI binus dan ngalamin bnyak bgt gangguan pikiran “salah masuk jurusan” gara2 susahnya ngoding. thanks motivasi kakak yg insya Allah bkin smangat dan rajin latihan terus.

  2. @anggun putri : terima kasih telah berkunjung🙂 salam kenal dek anggun putri.
    Alhamdulillah…Semoga semangat-nya tidak pernah luntur sampai lulus nanti ya ^_^
    Bisa ditulis di kamarnya “HAPPY CODING!” biar semangat terus😀

  3. Artikel yang menarik dan memotivasi khususnya untuk para mahasiswi IT di seluruh Indonesia. Memang benar, Kebanyakan teman-teman wanita saya semasa kuliah dulu pub sangat sedikit yang benar-benar jadi programmer. Ada yang bisa masuk perusahaan IT itupun bukan sebagai programmer tp lbh ke sales atau marketing.

  4. @gungun Terima kasih telah berkunjung sebelumnya🙂
    Saya akan senang apabila artikel ini bisa bermanfaat untuk teman-teman perempuan yang sedang menempuh pendidikan di IT namun merasa ‘salah jurusan’🙂
    Semoga lebih banyak kartini-kartini IT di Indonesia🙂

  5. “I don’t know what I don’t know” -> hahaha ya saya merasakan itu juga..
    dan setuju banget “ngoding itu jauh lebih menyenangkan daripada membuat dokumentasi. Ngoding itu lebih mudah daripada harus metani rumus”😀

  6. @iruru muhammad : yep🙂 terima kasih telah berkunjung🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s