Yuita A. Sari

“If you want to be a writer, you must do two things : read a lot and write a lot. There's no way around these two things that I'm aware of, no shortcut.” ― Stephen King

Tentang Workshop Publikasi Jurnal/Artikel Ilmiah

Leave a comment

Barangkali tidak sekali dua kali saya mengikuti pelatihan semacam ini, karena semenjak studi Master saya ini, saya hampir selalu menyempatkan datang untuk workshop mengenai penulisan artikel ilmiah, publikasi internasional, penulisan jurnal, atau yang topik workshop yang serumpun dengan itu. Hanya karena sudah menjadi dari kewajiban saya yang mempunyai cita-cita sebagai tenaga pendidik sekaligus researcher, rasa-rasanya kadang-kadang saya menyanyangkan kalau tidak bisa hadir dalam workshop ini. Posisi saya saat ini adalah mahasiswa yang selalu haus akan ilmu, jadi tulisan saya ini tidak atau bukan berarti saya orang yang sudah paham benar dan ahli dalam penulisan ilmiah. Jadi ini asal curhat dan cuap-cuap saja, barangkali menghadirkan manfaat jadinya alhamdulillah😀 . Biasanya acara-acara seperti ini menghadirkan para pembicara yang super keren, yang ahli di bidangnya. Mostly  para doktor dan professor ini telah mengenyam pendidikan di luar negeri, yang kemudian mengadopsi ilmu-ilmu mereka selama belajar di luar negeri untuk dideseminasikan di acara-acara seperti ini. Secara tidak langsung saya berasa belajar di LN *kalau ini agak lebay [dikit]*😀, karena kebanyakan dari beliau-beliau bilang ‘Pengalaman saya di negara X begini,’ ‘kalau di negara A metode ini itu begini’, dst . Kan jadi belajar dari beberapa negara dalam satu waktu, being nice of learning. Wah jadi banyak basa-basi-nya nih. Oke cekidot gan!
Capture

Jadi ceritanya tadi siang saya dan kawan-kawan dari S2 dan S3 berbondong-bondong datang ke acara yang bertajuk “Strategi Menembus Jurnal Bereputasi” oleh Dr. Dhany Arifianto, ST, M.Eng dari Teknik Fisika ITS. Acara yang cukup menarik ini dihadiri oleh narasumber yang sudah berkompeten di bidang tulis menulis, spesialisasi di jurusan beliau tentunya. Selain pengalaman dalam tulis menulis beliau juga seorang reviewer jurnal.

Beliau menyampaikan bahwa yang secara umum terkandung dalam sebuah penelitian adalah kita harus bisa spesifik menentukan bidang apa yang mau kita tulis, I mean research interest that you have. You should state it clearly and specifically. Jadi kalau mau nulis, ambil bidang jangan Data Mining saja, harus spesifik Data Mining yang seperti apa, Data Mining sendiri masih terlalu luas, lebih disempitkan lagi hal yang spesifik itu apa di dalam data mining. Selanjutnya, kita harus bisa melihat sasarannya, tujuannya apa, peluangnya seperti apa. Nah, hal-hal ini yang paling tau siapa? Pembimbing. Jadi pembimbing memang mempunyai kewajiban dan andil dalam mengarahkan mahasiswanya dalam proses penulisan ilmiah. Karena pembimbing adalah orang yang setidaknya lebih berpengalaman daripada kita yang masih belajar. *Bisa jadi wancana kalau suatu saat bisa menjadi dosen, semoga bisa bermanfaat dan berkah*😀 sekedar ngomong #citacita. Peran dosen memang sangat penting dan vital dalam hal ini, sebagai seorang promotor sekaligus yang mengarahkan baik buruknya, dan akan kemana jurnal atau paper tersebut dipublikasikan. Gaya selingkung dalam masing-masing penulisan jurnal juga harus diperhatikan, dan ini tergantung akan dimasukkan kemana jurnal itu. Tidak bisa gaya selingkung jurnal A dibawa ke gaya selingkung jurnal B. Begitu kira-kira😀

Dan dari sekian yang beliau ceritakan saya tertarik pada 4 poin penting yang biasa dialami para penulis yang ‘galau’ dengan penulisan ilmiah. Empat poin yang harus dilakukan pada saat tahap-tahap penelitian diantaranya :

1. Getting in the mood

Pastikan sebelum nulis itu Anda mempunyai mood yang oke. But, you don’t need building mood in a long term, you should move up quickly. Jangan kelamaan gak mood-nya. Mood ini adalah masalah personal yang masing-masing orang beda merasakan kenyamanan. Ada orang yang nyaman kalau nulis itu sendirian, ada yang nyaman kalau nulis di tempat makan, atau mungkin yang lain. Kalau saya pribadi lebih suka nulis kalau rada gaduh suasananya, tapi kalau dalam kesunyian juga oke, hanya saja entah mengapa lebih gaduh itu rasanya lebih ngalir aja idenya😀. That’s why saya lebih suka nongkrong di lab buat ngerjakan tesis daripada mengerjakannya di kos. Bertemu banyak orang setiap hari itu anugerah tersendiri buat saya🙂

2. Writing the first draft

Kalau punya ide, segera ditulis, tulis aja dahulu apapun itu. Jangan terlalu banyak mikir yang tidak-tidak, yang iya-iya aja #apasih😀 . Kita itu tidak pernah akan mencapai kesempurnaan, apapun bentuknya, jadi jangan terlalu berpikir sempurna dulu di awal. That’s not an instant process gan, being a professional is always not an easy way. Mulailah dari sesuatu yang paling mudah dan nyata kita hadapi saat penelitian. Dari subbab jurnal abstrak, pendahuluan, metode, hasil dan analisis, kesimpulan, referensi, itu yang paling mudah kita mulai dari metode. Jika metode sudah jelas dan kita sudah melakukan eksperimen, nulis itu jadi enak. Soalnya kita sudah tau apa yang mau kita kerjakan, based on paper sudah pasti gan, saat kita buat metodologi penelitian pasti secara tidak langsung juga merujuk paper.

3. Revising, revising, revising

Sekali lagi kita bukan superman  dan superwomen, so revisi berkali-kali sebelum di submit itu penting gan. Pak Dhany melakukan lebih dari 10 kali sebelum jurnal itu siap submit. So, buat kita-kita yang masih saja mau jadi deadliner di proses permulaan, harap dipikir-pikir kembali deh gan (bahan renungan juga buat saya)😀 . Ibaratnya yang keren saja perjuangannya setengah mati, kita yang baru masuk saja sudah setengah hati😀 #makjleb

4. Finishing

Untuk finishing touch ini kita butuh orang lain gan yang baca jurnal atau paper kita. Kita nulis kan bukan buat kita sendiri, jadi bagaimana orang bisa paham dengan tulisan kita itu harus kita perhatikan juga. Finishing ini juga berarti sebagai proofreading dimana memastikan sudah benar secara gramatikal maupun tata bahasanya. Kalau kita punya temen native itu enak lho gan, bisa diminta tolong atau pendapat buat tulisan kita.

Nah selain hal-hal krusial diatas yang perlu kita perhatikan adalah masalah KOMUNIKASI. Komunitas itu penting dalam sebuah penelitian, untuk memastikan apakah memang apa yang mau kita tulis atau ajukan itu adalah sesuatu yang lagi in sekarang, dan seberapa jauh perbedaanya dengan penelitian-penelitian sebelumnya, dan apa yang bisa dikembangkan setelah itu. Pak Dhany menceritakan ketika beliau mengerjakan disertasi di Jepang seminggu sekali beliau progress report ke sensei-nya. Progress report itu dilakukan secara berkala, dan setiap mahasiswa bimbingan sensei-nya harus datang untuk menyampaikan kemajuan pekerjaan yang dikerjakannya, jika mahasiswa tersebut tidak hadir saat progress report, maka mahasiswa tersebut diminta untuk ganti ke pembimbing lain.  Manfaatnya, dengan rajin-rajin progress report itu, jika ada masalah segera bisa ditangani dan diatasi. Tidak perlu nunggu lama, bahkan mengulur-ulur waktu yang seharusnya bisa diatasi dengan cepat. Komunikasi yang baik dalam sebuah penelitian menjadi modal untuk membuat kesepakatan dengan lebih teliti. Kita jangan menyelesaikan masalah kita dengan kita hanya merenung dan mencoba solusi sendiri, tapi berdiskusilah, karena diskusi itu penting, untuk mengetahui kekurangan-kekurangan kita dimana. Oke, kurang lebih demikian gan acara workshop tadi. Masih panjang sebenarnya, tapi saya ambil bagian-bagian yang menarik menurut kaca mata saya. Hehe..

Jadi saran buat teman-teman yang belum bertemu pembimbing untuk diskusi tesis, segera ketemu, yang jarang ketemu, dibuat rajin ketemu. Biar kalau ada masalah cepat bisa diatasi, tidak ada masalah yang tidak ada solusi-nya.  Semangat buat kita semua😀 *walau sudah kenyang dengan hanya kata-kata semangat😀 * Dan juga tulisan ini ditujukan kepada beberapa teman-teman yang ingin hadir dalam workshop ini namun tidak bisa hadir dan menanyakan “gimana workshopnya tadi?”. Nah tulisan ini lahir dari pertanyaan itu, yang dilontarkan beberapa temen gan, singkat kata biar satu jawaban, all in one place :D

PS : Sumber tulisan ini sebagian dari hasil penyampaian pak Dhany dan sebagian adalah tambahan-tambahn komentar dari penulis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s