Yuita A. Sari

“If you want to be a writer, you must do two things : read a lot and write a lot. There's no way around these two things that I'm aware of, no shortcut.” ― Stephen King

Scientific Meeting III [Part 4] : Jalan-Jalan Lagi

4 Comments

30 Maret 2014

Hari terakhir di Makassar, rasanya waktu cepat berlalu. Teman-teman dari UNJ dan UGM berpamitan denga kami sekitar pukul 06:30 WITA untuk pulang. Sementara delegasi yang tersisa adalah ITS, UPI, dan UI. Hari terakhir ini memang sengaja kami luangkan untuk membeli lagi oleh-oleh yang belum sempat terbeli kemarin. Sebelum berangkat membeli oleh-oleh sama-sama kami sepakat untuk sarapan dulu. Kali ini menu khas Makassar yang lain yaitu Mie Titi. Apa itu Mie Titi? Sejenis mie kering yang diberi kuah maizena ditambahkan dengan daging ayam dan sawi, dan tetap saja mie Titi ini pun disajikan dengan jeruk nipis. Sekilas porsinya tampak sedikit, namun membuat kenyang sekali, sepertinya memang ciri khas dari Makassar, makanan khas yang disajikan adalah makanan berat yang cukup mengenyangkan walaupun secara visual nampak sedikit. Saya memesan es jeruk nipis sebagai teman makan Mie Titi ini. Menurut guide, tidak banyak orang luar Makassar yang suka makan mie Titi, namun setelah saya komposisinya, saya berani mencobanya [karena saya terkadang susah beradaptasi dengan makanan baru *ndeso saktik* hehe]. Kata temen saya dari Aceh, menyebut mie Titi ini Mie Jembatan, karena artinya Titi adalah jembatan. He he he, keragaman buadaya dan bahasa ini membuat saya happy :D. Oh ya dari penginapan ke tempat makan Mie Titi ini kita naik pete-pete . Ada yang tau gak pete-pete itu apa? Pete-pete kalau di Jawa itu angkot😀. Jauh dekat Rp. 3000,- standar lah ya.

Mie Titi

Mie Titi khas Makassar

Sarapan Mie Titi

Sarapan mie Titi bersama delegasi dari UI, Unhas, UPI, dan ITS

Setelah makan mie Titi kita bersama-sama hunting oleh-oleh dan panitia mengatarkan kami (padahal harusnya bukan tanggungan panitia lagi), tapi entahlah seperti cerita di Part 3 bagian Lokasi 5, saya telah bercerita bahwa memang loyalitas dari panitia untuk kami-kami sebagai tamu ini sangat luar biasa. Delegasi yang belanja ini hanya UPI dan ITS, karena delegasi dari UI harus segera meninggalkan tempat menuju ke bandara.

Dengan senang hati panitia yang satu mobil dengan saya mas Dimas dan Mbak Nunung dari UNHAS menjadi guide kami selama dalam perjalanan, dan kami sempat dibawa muter-muter sebentar untuk sekilas melihat pemandangan kota Makassar yang cukup panas. ^__^ Kami diantarkan di pusat oleh-oleh di kawasan Pattimura, disana kami hunting cukup lama dan lebih puas, karena tidak diburu waktu. Apanya gak diburu waktu??, tetap kami harus mentaati waktu karena jam 3 delegasi ITS dan UPI harus di Bandara sekitar kurang lebih jam 15:00 WITA He he he. Dan mulailah saya hunting oleh-oleh agar tak terlewat satu pun yang terlintas dalam benak saya oleh-oleh untuk siapa saja😀 .

Tak terasa ternyata sudah hampir pukul 13:30 WITA kami berbelanja, akhirnya kami segera menuju ke Masjid Apung yang ada di Pantai Losari untuk melakukan sholat. Masjid ini unik, karena berdiri diatas laut, dan dari lantai paling atas kita bisa melihat keadaan sekitar pantai Losari. Ditemani angin pantai yang semilir-semilir saya melakukan sholat Dhuhur sekaligus Ashar dengan hawa yang sejuk😀 .

Masjid Apung -  Amirul Mukminin

Masjid Apung yang terletak di Pantai Losari – Masjid Amirul Mukminin

Kami meninggalkan masjid ini sekitar pukul 14:30 WITA saking asyiknya foto-foto😀 . Kalau gak dihentikan oleh jadwal check in pesawat  masih ngendon lama disana😀. Sepanjang perjalanan mbak Nunung memberi informasi mengenai tempat-tempat yang kita lewati, seperti balai kota, mall Karebosi, masjid yusuf kalla, perusahaan koran lokal, kantor kejaksaan, kator gubernur walikota, dsb. Yang cukup menarik adalan mall Karebosi ,dimana tempat ini sangat unik, atasnya lapangan gedhe, biasanya digunakan latihan sepak bola, dan bawahnya ada mall, di mall  tersebut mempunyai lorong bawah tanah yang dapat menghubungkan dengan pintu mall yang ada di seberang jalan.

DSC01820

Balai kota Makassar

karebosi

Dekat pintu masuk mall Karebosi (atas) dan mall yang ada di seberang jalan Karebosi yang dapat dihubungkan dengan lorong bawah tanah.

Masjid Yusuf Kalla

Masjid Jusuf Kalla

Koran lokal Fajar

Perusahaan koran lokal Makassar “Fajar” (tampakpada kiri jalan)

DSC01834

Kantor Kejaksaan Sulawesi Selatan (tampak di kiri jalan)

Kantor Gubernur

Kantor Gubernur Sulawesi Selatan. Pada gapura (atas) tampak tulisan yang saya tidak tahu apa, jenis tulisan itu namanya Lontara (Aksara Jawa-nya Makassar kalau kata mas Dimas😀 )

Setelah perjalanan tersebut, kami sampai di penginapan lagi untuk berkemas sekitar pukul 15:00 WITA dan cukup lama ternayata berkemas, setelahnya ada acara perpisahan kecil-kecilan yang diadakan dengan foto bersama (namun fotonya belum saya kopi dari kamera teman saya😀 ). Nanti kalau sudah dikopi, beritanya bakal di-update lagi, begitu juga dengan posting terkait Scientific Meeting 3 sebelum-sebelum ini.😀 . Oh iya kalau di part 1 itu cerita tentang penerbangan dari Surabaya ke Makassar, penginnya nanti ada cerita tentang pulangnya. Mungkin ga jadi sampai part 4 tapi sampai part 5, kita lihat saja nanti. hehe.

Sekian dulu ya, tunggu hasil update nya kembali😀

4 thoughts on “Scientific Meeting III [Part 4] : Jalan-Jalan Lagi

  1. luar biasa, ditunggu update nya…..
    d kemas seperti novel mungkin lebih menarik….. hehehe..

  2. mna coment qu yg awal ya

  3. mas @afivwae oyi.. tunggu part 5nya ya.. sebagai penutup😀

  4. mas @afivwae iya.. baru dibaca komennya.. terima kasih telah berkunjung ^___^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s