Yuita A. Sari

“If you want to be a writer, you must do two things : read a lot and write a lot. There's no way around these two things that I'm aware of, no shortcut.” ― Stephen King

Ikhlas

Leave a comment

Hampir tiga hari aku bergaul dengan yang namanya data recovery tools. Kejadian ini bermula ketika mendapati satu partisi dalam hardisk eksternalku tiba2 kosong melompong gak ada isinya sama sekali dan 200 GB melayang begitu saja. Sekedar tahu saja 200GB itu isinya foto2 dan berupa video (keliatan narsis banget yak😀 ). Bagaimanapun juga, foto-foto itu tetap menjadi dokumentasi penting untukku, apalagi bercerita tentang beberapa perjalananku. Di saat-saat masih ada yang dikerjakan, rasanya ngurusi recovery data ini cukup memakan waktu dan tenaga. Capek iya, karena hampir 3 malam leptopku si Dellon nyala untuk bekerja mengembalikan data-data itu. Beberapa malam juga kurang tidur nyenyak, sampai-sampai pekerjaanku yang lain bisa terbengkalai hanya karena ngurusi ini yang ujung-ujungnya file yang di-recover pada rusak dan hanya beberapa yang bisa diselamatkan, mungkin hanya sekitar 1GBan #ngenes. Di sela-sela ngurusi recovery sempat buat video ala kadarnya yang masih harus direvisi lagi.

Malam ini aku berniat ingin tidur nyenyak untuk mensyukuri karunia Tuhan berupa tubuh sehat ini. Setelah kupikir-pikir, aku seperti kurang ikhlas kehilangan data-data itu, hingga aku mengorbankan beberapa hal yang harus kuselesaikan tepat waktu .Memang berat untuk mencapai keikhlasan, tapi aku harus melakukannya. Aku mencoba ikhlas sedikit demi sedikit dengan menenangkan diri bahwa aku bisa mengopy data2 itu ke teman-temanku suatu saat nanti. Meskipun akan susah bertemu mereka yang telah diluar kota, namun apakah ini jalan aku tetap bersilaturahmi dan berkunjung dengan teman-temanku nanti? Mungkin. Stay positive aja, dan sekarang rasanya jauh lebih nyaman dengan kondisi “mencoba ikhlas”. Aku berhasil menyelesaikan beberapa hal yang harus kuselesaikan hari ini (kecuali ngerjain video). Alhamdulillah, aku tidak perlu mengulur waktu karena hanya 1 masalah, tidak perlu berhenti karena suatu sebab. Lain kali harus mengalokasikan waktu lebih tepat lagi dan memanajemennya dengan lebih baik. Bukankan wanita dianugerahi keterampilan multitasking?😀

Setidaknya aku bisa mengambil beberapa hikmah dari kejadian hilangnya data. Terima kasih kepada yang telah mengajarkanku kata “ikhlas” hari ini🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s