Yuita A. Sari

“If you want to be a writer, you must do two things : read a lot and write a lot. There's no way around these two things that I'm aware of, no shortcut.” ― Stephen King

Cerita Pribadi Pengiriman Motor Bebek Antar Kota

2 Comments

Pindahan itu selalu ribet, ribet sih menurut saya pribadi😀 #abaikan. Beberapa waktu lalu, masih dalam nuansa pindahan saya mencari-cari informasi tentang pengiriman motor dari Surabaya ke Nganjuk. Awalnya ada tiga pilihan yang saya tahu yaitu via Kantor Pos,  kereta api, dan JNE. Prioritas utama saya saat akan memilih layanan adalah waktu yang fleksibel, yang kedua baru harga, dan urusan sampai berapa hari tidak begitu masalah (asal gak sampai 3 minggu atau sebulan-lah~ kira-kira aja, Surabaya-Nganjuk ga selama itu juga keles😀 ) .

Untuk pilihan pertama kantor Pos, saya tidak berniat akan mengirimkan via ini kalau masih ada pilihan yang lain, karena sewaktu si Mocik dikirim dari Nganjuk ke Surabaya sudah memakai layanan ini. Alasan lain karena sempat kurang sreg. Jadi ceritanya, saat motor dikirim dari Nganjuk ke Surabaya, posisi saya sudah di SUrabaya, sehingga yang ngurusi segala sesuatunya ayah. Saat itu dipastikan bahwa motor akan diantarkan sampai ke ITS, deal dengan harga sekitar Rp. 400.000. Saya lupa tepatnya berapa hari maksimal harusnya barang itu sampai, tapi sampai seminggu lebih barang itu tidak sampai, dan setelah dikomunikasikan ulang bahwa saya harus mengambil motor saya itu ke Kantor Pos dekat pasar Turi. Sebagai orang yang baru di Surabaya (baru akan tinggal dalam waktu lama), saya tidak tahu pasar Turi dimana dan bagaimana bisa saya mencapai sana, sementara saya juga belum mengenal banyak orang. Saat itu ibu kos juga tidak lagi ditempat sehingga saya tidak tahu harus bertanya siapa dan dulunya saya sangat berhati-hati untuk tanya ke orang yang belum dikenal. Ada internet, tapi gak sepenuhnya bisa diandalkan. Akhirnya saya mendapati orang yang bisa saya tanya, yaitu pembantu yang ada dikos, saya tanya harus naik angkot apa turun dimana. Dengan semangat 45, akhirnya saya menganggap hari itu sebagai petualangan pertama di Surabaya sendirian. Sekitar satu jam lebih saya ada di angkot, dan masih tidak sapai juga ke TKP, segala pikiran negatif muncul, mulai yang mau diculik lah, salah rute lah, yang ditipu lah (haha, terlalu lebay ~ resiko jalan sendirian bawaannya waspada ~saat itu lagi booming berita kejahatan di angkot, jadi agak2 waspada juga). Beberapa orang dan sopir angkot berkali-kali aku tanya buat memastikan berapa lama lagi sampai ke Kantor Pos di daerah Pasar Turi. Yeah, akhirnya sampai juga sampai Pasar Turi, ternyata bapak sopir angkotnya baik (merasa bersalah telah negative thinking sebelumnya😀 ). Dari Kantor Pos di daerah Pasar Turi pelayanannya baik, orangnya ramah-ramah, dan packaging-nya juga oke. Nah, ternyata memang pengiriman motor via Kantor Pos tidak di drop di Kantor Pos cabang, melainkan di Kantor Pos pusat. Jadi mungkin karena komunikasi yang kurang sip dan terlalu ribet yang membuat saya tidak begitu sreg. Intinya hati saya gak bisa bunyi “klik” gitu😀

Pilihan kedua pakai kereta Api. Kalau ini saya tidak survey langsung, melainkan teman saya, Ratih, yang telah menggunakan layanan ini untuk mengirimkan motor dari Surabaya ke Malang. Menurut informasi, untuk pengiriman motor Surabaya ke Madiun seharga Rp. 350.000,-, kalau Surabaya ke Nganjuk mungkin gak jauh-jauh di kisaran nominal itu. Tapi memang karena saya juga merasa tidak ‘klik’ via kereta api, karena pertimbangan masalah waktu yang kurang fleksibel. Jika via kereta api, saya harus mengantar motornya ke stasiun Gubeng paling tidak H-1 sebelumnya, sementara saya masih butuh mobilitas minimal sampai hari terakhir saya nge-kos di Surabaya. Jadi secara personal dengan kondisi saya saat itu via kereta api masih belum menjadi pilihan saya.

Pilihan ketiga lewat JNE, tepatnya JNE tracking. Sekitar sebulan sebelum rencana saya meninggalkan Surabaya, saya cari informasi tentang pengiriman lewat JNE tracking. Hasilnya membuat saya memutuskan untuk memilih JNE tracking. Saat itu petugas informasi memberi tahu bahwa pengiriman Surabaya-Nganjuk ikut harga Surabaya-Madiun yaitu Rp 280.000,- ditambah pajak 10%, sehingga harganya Rp. 308.000,-. Ditambah informasi bahwa motor bisa dijemput dan diantar langsung dari alamat kos ke alamat rumah (layaknya antar-jemput penumpang dalam travel), membuat saya tidak pikir panjang saat itu untuk memilih layanan ini. Karena sesuai dengan urutan prioritas saya soal waktu yang fleksibel jadi saya cukup tenang. Saya berencana menitipkan motor ke ibu kos beserta, kunci motor, STNK asli, dan fotokopi BPKB. H-3 sebelum saya meninggalkan Surabaya saya kembali menghubungi JNE tracking dengan sukacita dan tiba-tiba kagetlah saya. Ketika saya tanya proses tentang pembayaran, ternyata Surabaya-Nganjuk Rp 430.000,- yaitu Rp 280.000 + Rp 150.000,- belum ditambah pajak 10%. Hah?!!! Saya hampir 3 kali menanyakan apakah benar demikian, soalnya Nganjuk itu lebih dekat dari Surabaya daripada Madiun, kok bisa semahal itu? Akhirnya disuruh menunggu klarifikasi sekitar 5 menit-an lagi. Ternyata memang benar harganya segitu. Jadi rutenya motor dikirim Surabaya-Madiun (Rp 280.000,- plus pajak 10%)  dari Madiun baru dikirim lagi ke Nganjuk (Rp 150.000, plus pajak 10%).  Ya, terima kasih aja saya *sambil mringis*.

Akhirnya saya mikir-mikir lagi, saya googling sana sini, akhirnya saya sampai pada informasi pengiriman motor menggunakan Rosalia Express. Beberapa informasi saya dapatkan bahwa harganya lebih murah dan pengirimannya cepat sampai ke tempat tujuan, serta packaging-nya rapi. Naluri ‘anak kos’ langsung keluar mak cling hehe😀.  Saya langsung telepon ke TKP dan ternyata nyasar ke nomor telepon agen Rosalia Bus😀, tapi akhirnya dikasih nomer telepon Rosalia Express juga, wong satu manajemen😀. Saya dapat informasi bahwa harga pengiriman motor Surabaya-Nganjuk hanya Rp 171.000,- tapi motornya harus diantar ke agen Rosalia di Bungurasih dan kata mbak-nya saat itu mungkin motornya sampai ke tempat tujuan mungkin bisa lama, bisa 2 minggu, dan nanti motornya diambil di agen Rosalia di Nganjuk. Wih, suwe eram rong minggu. Saya kembali ke prioritas, fleksibel masalah waktu dan kondisi. Pikir saya, kalau ke Bungurasih saya bisa sekalian langsung pulang naik bus, istilahnya satu arah, dan waktunya bisa saya customize sesuai kebutuhan saya asal masih di jam kerja. Dan lagi, agen Rosalia di Nganjuk itu dekat banget sama rumah, jalan kaki 15 menit juga sampai. Oke fixed, saya menggunakan Rosalia Express.

Ternyata ada something yang membuat saya pulang hari Minggu (yang biasanya kantor-kantor itu tutup). Saat hari H, saya telepon berkali-kali ke kantor Rosalia Express tidak ada yang angkat. Saya sudah tanya kalau Minggu katanya buka, tapi saya lupa tidak menanyakan dari jam berapa sampai jam berapa. Akhirnya saya telepon ke Rosalia Bus sekitar jam 10an pagi, saya tanya apakah libur, jam kerja mulai jam berapa. Bagian informasi bilang kantor buka sejak jam 8, saya dihubungkan dengan seorang Bapak di Rosalia Express. Ternyata sebenarnya hari Minggu itu tidak menerima order, tapi hanya menerima pengambilan barang. Pengiriman barang baru bisa dilakukan hari Senin. Yah, masa pulang mundur, akhirnya saya menceritakan kondisi saya, yang membuat si Bapak berpikir sejenak. Saya bilang pengiriman bisa dilakukan besok, tapi minta tolong kalau barang-nya bisa diterima hari Minggu itu, karena bla bla bla :D . Karena kekuatan doa ibu, akhirnya dengan lancar saya diijinkan untuk mengantar motor saat itu juga ke Bungurasih. Yeay! Akhirnya pulang😀. Alhamdulillah, segala sesuatunya dilancarkan saat di kantor Rosalia Express. Semua pelayanannya baik. Bapak-nya bilang “Mungkin sampainya ini lama mbak, soalnya belum ada bus masuk”. Dalam hati sebenarnya aku sudah tahu dua minggu kan, Pak😀, tapi saya tanya lagi kira-kira sampai berapa hari. Bapaknya bilang, “sekitar 4 atau 5 hari. Kalau ada bus yang masuk biasanya sehari bisa sampai”. Lho ya alhamdulillah,😀. Saya bilang ” Tidak apa-apa Pak yang penting motor saya sampai dengan baik :D”. “Khawatirnya mbak-nya mau pakai segera, kalau mau segera dipakai ini tidak bisa”. Mungkin itu salah satu bentuk pelayanan yang baik kepada pelanggan. Setelah cheklist saya meninggalkan Bungurasih untuk pulang ke Nganjuk. See you Surabaya! ^^

IMG_20140912_085728559

Packaging dari Rosalia Express Surabaya setelah sampai di agen Rosalia di Nganjuk

Rabu siang (terhitung 2 hari sejak pengiriman) , saya coba iseng mampir ke agen Rosalia di Nganjuk sekalian keluar untuk suatu keperluan. Ternyata belum sampai. Kamis siang sekitar jam 14:30 ada telepon ke rumah dari agen Rosalia di Nganjuk yang ngasih tau kalau motornya telah sampai, ternyata tidak sampai 4 atau bahkan 2 minggu😀 . Lebih cepat dari yang diperkirakan dan motor sampai dengan baik seperti sebelum dikirim. Alhamdulillah. Terima kasih Rosalia Express🙂

IMG_20140912_092053404

Mocik sampai juga dirumah seperti sedia kala. Thanks Rosalia Express🙂

Memang saya belum berpengalaman berkali-kali dalam pengiriman motor antar kota, tetapi setidaknya satu pengalaman itu bisa menjadi wancana untuk mengambil suatu keputusan. Semoga pengalaman pribadi saya ini bisa bermanfaat buat yang akan mengirimkan motor antar kota. Semoga postingan ini juga tidak menyudutkan pihak satu dengan pihak yang lain. Yang pasti, bijaklah menjadi seorang customer 🙂

PS : Alamat Rosalia Express Surabaya Bungurasih Jl. Letjen Sutoyo 110 A Telp. (031)8555161. Website : http://www.rosalia-express.com/

2 thoughts on “Cerita Pribadi Pengiriman Motor Bebek Antar Kota

  1. Mba,,hari senin 13 oktober 2014,,saya nanya kepetugas rosalia…
    Bisa kirim motor dari jakarta-surabaya,, perkiraan lama pengiriman 2minggu,,biaya 450…
    Memurut mba gimana??soalnya saya bimbang sama lamanya pengiriman kalo itu bener 2minggu…
    Makasih mba🙂

  2. @arjuno : Tergantung kata hati😀 Kalau kemarin saya tanya ke Rosalia, memang tegantung dari ada tidaknya bus barang yang mampir ke agen saat itu. Jadi sepertinya memang di prediksikan 2 minggu karena kemungkinan terlambat.
    Kalau memang bimbang, pastikan semua perlengkapan atau kejadian saat motor di tempat pengiriman, direkam atau difoto, termasuk kondisi motor sebelum dikirim. Semuanya pastikan tercatat dengan baik. Selanjutnya bismillah dan selalu ditanyakan ke pegawai untuk kapan sampainya. Jika memang ada hal yang tidak dikehendaki suatu saat biar bisa dilacak dengan baik.🙂
    Jadi dikembalikan lagi ke kata hati sampeyan, mantep atau tidak😀 Semoga membantu🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s