Yuita A. Sari

“If you want to be a writer, you must do two things : read a lot and write a lot. There's no way around these two things that I'm aware of, no shortcut.” ― Stephen King

Dipandang Sebelah Mata, Saatnya Bangkit

2 Comments

Sedari kecil, motivasi saya terus tumbuh karena hal yang namanya “dipandang sebelah mata”. Motivasi itu kian menjalar menjadi energi yang positif dimana setrumnya sangat pas sekali untuk membuat darah ini mendidih. Mendidih untuk selalu berbuat yang baik, manfaat, dan atas izinNya barokah. Aamiin. Sehingga di salah satu sisi itulah kesempatan saya untuk bersyukur, bermuhasabah, dan benar-benar diingatkan bahwa kesenangan dunia adalah semu. Diingatkan bahwa diri ini masih terlalu banyak kurang dan salah. Semua kesenangan bisa membutakan kita. Semu. Sementara Allah punya hak penuh untuk mengambilnya sewaktu-waktu.

  • Dipandang sebelah mata membuat saya belajar untuk selalu bersemangat.
  • Dipandang sebelah mata membuat saya belajar untuk selalu berkarya tanpa batas dan bermanfaat buat orang lain dengan lebih baik.
  • Dipandang sebelah mata membuat saya belajar bahwa kita perlu selektif untuk mendengarkan pendapat orang lain. Terkadang kita perlu menutup telinga  untuk beberapa hal.
  • Dipandang sebelah mata membuat saya belajar bahwa menilai orang tidak bisa dari kacamata lulusan mana atau keluarganya punya jabatan apa.
  • Dipandang sebelah mata membuat saya belajar bahwa jangan terlalu cepat menilai orang lain.
  • Dipandang sebelah mata membuat saya belajar arti menghargai kerja keras orang lain.
  • Dipandang sebelah mata membuat saya belajar untuk tidak merendahkan orang lain baik dari segi harta maupun tahta.
  • Dipandang sebelah mata membuat saya belajar memaknai bahwa setiap orang punya parameter suksesnya sendiri-sendiri.
  • Dipandang sebelah mata membuat saya belajar bahwa setiap orang bisa berhasil di bidangnya masing-masing
  • Dipandang sebelah mata membuat saya belajar bahwa setiap orang bisa berprestasi dimana saja, tidak memandang level tempat dimana dia berada.
  • Dipandang sebelah mata membuat saya belajar bahwa orang-orang yang memberi sinyal negatif adalah orang-orang yang tidak layak didengar.
  • Dipandang sebelah mata membuat saya belajar untuk berhati-hati memilih teman dan lingkungan.
  • (ada yang manu nambahin?) 😀

Pada intinya, dipandang sebelah mata bukan merupakan akhir segalanya. Di atas langit  masih ada langit. Jadi yang penting ya bangkit. Jangan terlalu melayang tinggi sampai jatuh sakit. Dan jangan terlalu dipikirkan supaya tidak jadi penyakit.

Sekian, jangan lupa tersenyum dimanapun berada, karena senyum itu ibadah. #tidaknyambungsih #yasudah😀

@Malang

 

2 thoughts on “Dipandang Sebelah Mata, Saatnya Bangkit

  1. Hmmmm,apaaaa,ada yg memandang sari sebelah mata????

    Aku nambahin deh. Dipandang sebelah mata bisa jadi karena mata sebelahnya kelilipen,jadi cuma jelas lihat dati satu sisi aja #eh#peace.

    Kabur ahhhh,nanti yang lagi kelilipen debu,lagi ngucek-ngucek mata.^_^.

    So sweet,saling mengingatkan dan menyemangati dalam masa pengabdiaaannnn….. ^_^

  2. Haha.. Bu Dosen satu ini bisa saja…
    “Masa pengabdian” wah frasa itu sangat pas sekali😀 Terima kasih Bu Dosen, semangat selalu🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s